Detail Artikel
Senin, 19 Oktober 2009 - 08:21:06 WIBALERGI BISA GANGGU FUNGSI OTAK
- Dibaca: 317 kali
ALERGI BISA GANGGU FUNGSI OTAK
Yang di maksud alergi jelas Dr. Widodo judarwanto,Sp.Akumpulan gejala klinik yang dapat menyerang sistem tubuh atau beberapa organ tubuh.mulai kulit,saluran pernapasan bahkan bisa mengganggu fungsi otak.
Menurut speialis anak dari children Allergy Center- RS Bunda,jakarta ini umumnya alergy disebabkan faktor genetik alias bersifat menurun ."kalau ditelusuri mesti ada ayah,ibu atau kakek nenek penderita yang juga memiliki riwayat alergi."tidak seperti penyakit lain yang biasanya masuk ke tubuh akibat sistem kekebalan tubuhyang lemah penyebab,alergi ustru karna antibodi yang berlebihan.Antibodi harusnya melindungi tubuh terhadap zat yang berbahaya seperti bakteri,virus dan racunpda penderitaalergi,respon system kekebalan tubuhnya malah bereaksiterhadap zat yang sebenarnya tak beerbahaya.tak heran tatkala penderita alergi terkena alergen /zat pencetus yang bagi orang lain tidak menimbulkan reaksi apa-apa,namun pada penderita akan memberi reaksi berlebihan
BISA MENGGANGGU OTAK
Masalahnya tandas Widodo ,walau cukup akrab dikenal namun banyak yang tidak tahu jika alergi bisa mengganggu seluruh fungsi atau system tubuh penderita termasuk system sususnan saraf pusat atau otak lo,bagaimana bisa?”diduga karena pada proses alergi terjadi pengeluaran zat mediator imunologis sewperti histamine dan sejenisnya yang menembus jaringan otak sehingga mengganggu fungsi otak.Meskipuntidak berbahay seperti gangguan otak lainnya tapi kelainan tersebut cukup mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.
- Ketika zat pencetus alergi masuk ke tubuh,antibodi penderita akan merespon dengan mengeluarkan zat-zat yang malah mengganggu sistem tubuhnya sendiri termasuk organ otak yang juga akan terstimulasi oleh zat-zat tersebut,”ujar widodo.Dampak terberat alergi sering dikaitkan sebagai salah satu factor yang memperparah autisme.sebenarnya bila anak tidak memiliki genetic autis walaupun ia menderita alergi ia tidak akan terkena autis.Namun bila ada faktor genetik autis sementara ia pendrita alergi maka gangguan autisnya bisa diperparah Saran widodo ,waspadailah ketika ada salah seorang anggota keluarga yang memiliki bakat alergi.jika salah satu orang tua menderita alergi maka sekitar 15-30 persen anaknya akan berisiko menderita alergi juga.sementara bila kedua orang tuanya penderita alergi risiko si anak terkena pun akan makin tinggi,yakni 50-75 persen Nah bila ada kecurigaan si kecil kearah situ,kenali tanda dan gejala alergi sedini mungkin selanjutnya jika gejala-gejala sudah ditemui konsultasikan pada dokter karena semakin dini ditangani akansemakin baik.penegakan diagnosis alergi pada anak dapat di lakukan oleh dokter spesialis anak dengan minat alergi anak.beberapa hal yang sangat membantu penegakan diagnosis alergi pada anak adalah tes kulit alergi foto rontgen dada,pemeriksaan darah(Ige total,RAST,hitung eosionofil),uji eliminasi provokasi dan pemeriksaan lainnya.
Yang perlu diketahui pemberian obat-obatan secara terus menerus bukanlah pemecahan terbaik cara paling aman adalah tindak pencegahan dan meminimalkan frekuensi kekambuhannya widodo menyarankan agar orang tua mencari tahu apa yang menjadi alergen pada si kecil,hingga ketika tahu asma anaknya akan kambuh setiap kali terkena paparan debu ,ya hindari debu dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan.Namun diakui Widodo untuk mengetahui penyebab /pencetus alergi memang tak mudah meski bukan berarti tidak bisa sama sekali.pengalaman adalah indikator terbaik untuk mengenalinya.paling tidak kita dapat menduga apa yang menjadi alergen namun untuk mengukuhkan diagnosis itu perlu pemeriksaan lebih lanjut seperti dengan pemeriksaan darah dan tes alergi.
( Sumber:Tabloid Nakita )
[ Kembali ke Kategori Kesehatan ]
0 Komentar :
Isi Komentar :


