Detail Artikel
Sabtu, 17 Oktober 2009 - 11:05:58 WIBOBESITAS BISA BIKIN MANDUL
- Dibaca: 186 kali
OBESITAS BISA BIKIN MANDUL
Menurut Dr.Teuku Zulkifli Jacoeb,Sp OG-KFER dalam salah satu sesi seminar "penanganan gangguan Obesitas dan metabolisme Androgen pada masa reproduksi"Dihotel sahid jaya,jakarta,beberapa waktu lalu telah banyak diselidiki peran berat badan,komposisi tubuh sebaran lemak,pengaruh diet dan latihan jasmani pada anita."ternyata gangguan ini dapat memicu abnormalitas dalam pematangan seksual,siklus haid danvertilitas,"urai konsultan fertilitas dan endokrinologi reproduksi,yang berpraktek di klinik fertilitas dan menoandropause SamMarie,jakarta selatan ini
Dalam hal BB,lanjutnya baik yang overnutrition (nutrisi berlebihan sekali) maupun undernutrition (nutrisi sangat kurang) mempunyai pengaruh kurang baik pada sistem reproduksi "pada wanita yang sangat kurus,misalnya pada wanita atletlari jarak jauh ,penari balet atau yang mengalami pengurangan berat badan secara bermakna dan mendadak,ternyata juga banyak yang mengalami gangguan siklus haid atau bahkan ada yang malah sampai berhenti."begitu juga pada wanita yang mengalami obesitas,kerap mengalami gangguan ini ajdi bisa dibilang dalam hal kesuburan,kalau lemaknya terlalu sedikit tidak baik tapi bisa berlebihan juga tak baik.
Selain itu kelebihan BB juga bisa berisiko lebih besar terkena kanker endometrium (lalpisan dalam rahim) dan kanker payudara.obesitas ini memberikan pengaruh pada tubuh melalui sistem endokrin dimana akan terjadi perubahan pada keseimbangan antara hormon-hormon."Singkatnya bisa dikatakan bahwa berat badan ,komposisi tubuh,sebaran lemak dan kebiasaan makan akan sangat mempengaruhi pola hormonal dengan akibat ikutannya sepanjang kehidupan wanita,"tandas dokter yang memperdalam bidang endokrinologi reproduksi dan fertilisasi di Jerman Australia,dan Singapura ini.
Data yang ada mennunjukan leptin (hormon yang dihasilkan sel lemak) merupakan faktor utama yang bekerja sebagai mata rantai antara status gizi dan pengaturan poros hormonal ke ovarium.
(Sumber:Tabloid Nakita edisi 2002)
[ Kembali ke Kategori Kesehatan ]
0 Komentar :
Isi Komentar :
