Detail Artikel
Sabtu, 17 Oktober 2009 - 09:30:22 WIBPenyakit Langganan Di Musim Penghujan
- Dibaca: 214 kali
Penyakit Langganan Di Musim Penghujan
Musim hujan sering diidentikan dengan timbulnya penyakit. Bahkan sampai ada istilah, musim hujan adalah pintu masuk yang paling baik bagi kuman penyakit. Padahal, kata Karel AL. Staa,M.D, sebenarnya yang paling rawan bukan musim hujan , melainkan musim pancaroba, yakni saat pergantiaan musim panas menuju musim hujan.”Musim pancaroba itulah yang sering disebut sebagai momen atau celah paling baik masuknya penyakit pada balita,” lanjut dokter spesialis anak ini.
Pancaroba,lanjutnya , mengakibatkan perubahan lingkungan yang merupakan salah satu pencetus timbulny apenyakit. Balita yang daya tahanya tubuhnya masih lemah, jadi Menurut karel,penyakit-penyakit berikut yang umumnya muncul saat musim pancaroba.
Gangguan Saluran Pernapasan
Yang paling umum terjadi adalah batuk, Biasanya batuk tak munjul sendirian, melainkan dibarengi flu dan pilek. Batuk yang menyertai pilek merupakan reaksi lelehan lendir ke bagian belakang tenggorokan. Batuk sendiri sebetulnya muncul sebagai reaksi alamiah tubuh untuk mencegah pengentalan lendir di paru-paru.
Cara Menangani :
Bila si kecil terkena batuk pilek, saran karel,jangan biarkan ia bermain di luar rumah. Mandipun cukup di lap saja. Jangan lupa olesi dada sikecil dengan minyak kayu putih atau minyak telon agar iya merasa lebih hanggat dan nyaman. Selain itu hindari pemberian minuman dan makanan yang merangsang timbulnya batuk , seperti es,permen atau makanan yang berlemak. Beri makanan dalam porsi sedikit tapi cukup sering. Pilihlah waktu makan saat bentuknya agak reda agar tak timbul muntah.
Ganguan Saluarn Pencernaan
Adanya perubahan cuaca juga memunculkan memunculkan/meningkatkan hal-hal tertentu. Lalat contohnya, merupakan salah satu faktor pembawa/penyebar penyakit. Belum lagi ganguan pada sumber air minum yang ujung-ujungnya menyebabkan terjadinya infeksi saluarn pencernaan seperti diare. Kendati bukan bukan merupakan penyakit yang terlalu membahayakan, tetap saja diare mesti diwaspadai agar anak jangan sampai mengalami dehidrasi yang bisa berakibat fatal.
Cara Menangani :
Jika diare menyerang bayi,ASI/susu formula tetap harus diberikan meski perlu diencerkan. Kalau perlu, ganti dengan susu khusus “antimencret” seperti susu rendah laktosa. Sementara anak diatas satu tahun, selama diare, susu sementara dihentikan sementara . Pertahankan keseimbangan cairan yang keluar dan yang masuk dengan memberinya cairan lain seperti air putih atau air teh pahit. Bila si kecil emoh minum teh pahit karena rasanya tak enak,bisa tambahkan gula sedikit yang penting, pilih bahan-bahan makanan yang tidak merangsang atau membuat mencretnya kian parah. Tak perlu memaksa anak makan karena jelas-jelas ia tengah sakit perut, hingga pasti selera makannya berkurang.
Ganguan Kulit
Reaksi alergi pada kulit juga sering muncul pada musim pancaroba. Penyebabnya, selain karena perubahan cuaca, bisa juga karena sikecil sering main hujan-hujanan. Alhasil, kulitnya jadi tercemar zat-zat tertentu yang membuat alergi.”jangan lupa, musim hujan sendiri membuat daya tahan tubuh jadi lemah sehingga ketika main diluar, ia jadi gampang terserang kuman penyakit,”ujar Karel.
Cara Menangani :
Jaga kebersihan tubuh anak dengan mandi teratur. Jika munjul kelainan kulit yang tandanya sama dengan ganguan kulit pada orang dewasa, jangan sembarangan mengoleskan obat kulit. Reaksi alergi kulit pada anak, seringan apa pun, sebaiknya ditangani secara benar oleh dokter kulit.
Sakit Mata
Umumnya disebabkan tercemarnya sumber air, kemudian mengakibatkan peradangan Tanpa pencemaran air pun,cuaca buruk sendiri sudah merupakan pemicu mata merah. Secara umum, penyakit mata ditandai dengan mata berair,mata merah, mengeluarkan kotoran yang berlebih, yang bisa disertai gatal-gatal dan selalu. Bisa pada satu salah satu mata atau bahkan keduanya . Bisa ringan bisa juga makin parah dari hari ke hari. Nah yang ringan inilah yang biasanya karena alergi dan sering timbul kala pergantian musim.Terlebih karna musim pancaroba, udara sering terpolusi . Akibatnya mata anak yang memiliki riwayat alergi pun kerap jadi merah. Sementara gejalanya berupa mata merah, berair dan gatal, tak jarang hilang timbul.
Cara Menanggani :
Bila karena alergi,tak perlu di apa-apakan . Tapi jika mata merah karena alergi sering dikucek , bisa berkembang jadi infeksi atau menyebabkan peradangan. Celakanya, umumnya oang tua tak tahu, apakah si kecil bemata merah kareana alergi atau bukan. Itu sebabnya amat dianjurkan untuk tidak memberi obat-obatan bebas yang ada di pasaran. Lebih baik perisakan anak kedokter.
*Sumber: Nakita*
[ Kembali ke Kategori Kesehatan ]
0 Komentar :
Isi Komentar :
