Detail Artikel

Kamis, 15 Oktober 2009 - 10:14:32 WIB
FLU BERKEPANJANGAN BISA BERBUNTUT SINUSITIS
- Dibaca: 581 kali

FLU BERKEPANJANGAN BISA BERBUNTUT SINUSITIS

Hampir setiap orang pasti pernah mengalami flu.Begitu juga para balita karena kelewat sering penyakit ini kerap di anggap sepele.Penanganannya pun setengah-setengah.cukup beli obat warung di dekat rumah,flu pun bisa sembuh.Padahal pemikirannya tidak boleh sesederhana itu.terutama bila flu di derita tiada henti-hentinya.Bila hal ini terus didiamkan,bisa berlanjjut menjadi sinusitis,dari data yang diperoleh ,5-10 persen anak menderita flu akan berlanjut menjadi sinusitis

Sinusitis jelas DR.Cita H. Murjantyo,sp.THT, dari RS Internasional bintaro adalah peradangan dari mukosa (selaput lendir) dari sinus paranasal.sinus pada anak biasanya hanya sinus adnoit yang terletak di antara dua mataserta sinus maxila yang terletak di pipi.sedangkan sinus frontal dan spenoid yang letaknya di daerah kening baru tumbuh di usia 7-8 tahun dan berkembang maksimal di usia 15-18 tahun.Tahapan pertumbuhan sinus,kata cita akan berpengaruh pada kenangannya.

VIRUS PENYEBAB TERBANYAK

Sementara penyebab peradangan ,bisa karena flu yang berkepanjangan,infleksi dari saluran nafas atas,adenoid (amandel )atau adanya kelainan lain pada daerah-daerah THT.Namun yang paling sering membuat anak menderita sinusitis adalah akibat virus influenza ini flu berkepanjangan membuat daerah hidung terus menerus disi lendir sehingga kuman atau virus mudah sekali bersarang.lama kelamaan akan timbul pembengkkan di rongga hidung sehingga lendir di dalam sinus tidak bisa keluar.padahal sinus harus bersih dan steril agar udara didalamnya bisa keluar masuk dengan lancar.Alhasil sinus jadi tak berfungsi dengan baik.

"Pada anak yang memiliki bakat alergi kemungkinan terjadinya sinusitis bisa lebih besar.sebab alegi akan mudah membuatanak flu berkepanjangan.juga menyebabkan rongga hidung mudah bengkak."begitu juga bila di daerah THT dan mulut anak menderita infeksi.infeksi di gigi,misalnya akan membuat kuman naik ke hidung dan flu anak tak kunjung sembuh,lambat laun terjadilah sinusitis"Apabila akar dari sinus maxila sangat berdekatan dengan akar gigi geligi atas sehingga kuman mudah sekali berpindah tempat.

Adenoid yang terletak persis di belakang hidung ,jelascita,sebenarnya berfungsi sebagai pertahanan untuk menyaring kuman atau virus yang masuk ke dalam tubuh.Tetapi bila adenoidnya terlalu besar akan menghalangi keluarnya sekresi (dahak) yang berasal dari muara sinus.Alhasil,jika muaranya di tutup oleh adenoid,lendir tidak bisa keluar dan udara tidak bisa berputar dengan baik "Akhirnya berlendir terus dan kuman gampang tumbuh.padahal pada anak balita,adenoid justru sedang besar-besarnya tapi biasanya adenoid akan hilang denagn sendirinya saat anak berusia 5 tahun."

MUDAH DIDETEKSI

Sebenarnya mudah untuk mendeteksi gejala anak menderita sinusitis.flu berkepanjangan dan tak kunjung sembuh ,seharusnya sudah dicurigai sebagai indikasi dari sinusitis."bila keluhan flunya berjalan hingga 4 minggu bisa jadi merupakan gejala sinus akut.menjadi subakut bila sampai 3 bulan.lewat dari 3 bulan disebut sinus kronis yang ditandai dengan suara bindeng dan nafas bau."

Dari anak sendiri gejala yang dirasakan ada tiga atau biasa disebut trias sinusitis.yaitu pusing ,hidung tersumbat dan adanya lendir yang mengalir di tenggorokan atau post Nasal Drip (PND).pusing terjadi karena udara yang seharusnya bisa mengalir keluar-masuk dengan lancar jadi terhambat karena adanya pembengkakan di rongga hidung atau infeksi pada adenoid."Sinus kan seharusnya berisis udara yang steril dan yang punya muara.kalau tertutup udara bisa tak bisa berputar,mampat di dalam sinus .ini yang akan membuat pusing."

Sedangkan hidung tersumbat disebabkan produksilendir yang berlebih akibat alergi,ditambah penyempitan rongga hidung akibat bengkak .Akhirnya lendir tidak bisa keluar lewat hidung melainkan masuk ke tenggorokan.Tak heran penderita sinus sering merasa tenggorokannya berisi lendir.Bila kondisi ini terus didiamkan dan penyebab sinusya adalah alergi mungkin sekali nantinya anak akan menderita penyakit asma,soalnya tenggorokan yang semula bekerja dengan baik fungsinya bisa memburuk akibat lendir yang terus - menerus berada di tenggorokan

TERAPI KONSERVATIF

Sebelum dilakukan pengobatan dokter akan lebih dulu mencari tahu penyebabnya jika anak flu berkepanjangan karena alergi selain di beri obat akan di cari tahu pula penyebab alerginya.kalau ternyata alergi debu anak harus menghindarinya.sebab bila hnay sinusnya yang diobati tapi tak dicari tahu penyebab alerginya,di kemudian hari sinusitisnya akan kembali kambuh."Kekambuhan inilah yang seharusnya dihindari sebab biasanya kondisi anak lebih parah dari sebelumnya."

Bila penyebabnya infeksi pada rongga hidung,infeksi itulah yang akan di hilangkan lewat pemberian antibiotik (untuk mematikan kuman/bakteri)dan decongestan(untuk melegakan saluran pernafasan).Kalau setelah beberapa lama sinusitis tidak kunjung sembuh.Biasanya dokter akan melakukan fisioterapi yang terdiri dari UKG dan inhalasi."Bila perlu di lakukan foto rontgen untuk melihat penyebabnya.Dari situ alkan terlihat jelas,apakah adenoidnya sudah benar-benar mengganggu atau tidak"jika mengganggu akan dilakukan koreksi.

Pada kasus yang parah pengobatan tak cukup dengan obat-obatan saja,melainkan perlu operasi untuk mengeluarkan infeksi (lendir dan nanah) yang ada di dalam sinus.Anak akan dibius secara total agar penembusan tulang disekitar sinus bisa dilakukan dengan lancar."Biasanya dengan pengobatan intensif yang disebut terapi konservatif.yaitu pengobatan,fisioterapi ,dan bila perlu operasi,"jelas cita .Terapi ini biasanya memakan waktuntara 10-14 hari.kalau lewat 14 hari masih belum sembuh,biasanya akan di lakukan foto rontgen untuk melihat adanya kelainan pada anatomi.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal pengobatan harus dilakukan tuntas sampai anak benar -benar sembuh.hingga obatnya habis,misalnya."jangan menghentikan pengobatan di tengah jalan meski tampaknya anak sudah sembuh."Dari penelitian ,pengobatan yang tidak tuntas menyebabkan bakteri tidak semuanya mati.Mereka akan tetap berkembang biak dan nanntinya akan kebal bila diobati.

(Sumber:Tabloid Nakita)


[ Kembali ke Kategori Kesehatan ]

0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama
Website
Komentar
 
(Masukkan 6 kode)