Detail Artikel

Rabu, 07 Oktober 2009 - 11:48:41 WIB
KAMPUNG KAUMAN
- Dibaca: 164 kali

KAMPUNG KAUMAN

Kampung Kauman
Pesona Perjuangan Islam

Kami awali pada sebuah persimpangan yang akan di jumpai sesampai di ujung Jalan Malioboro.Orang seolah dihadapkan pada pilihan hendak kemana kemudian.Hingga hari ini ini,lebih banyak orang memilih untuk berjalan terus ke kawasan kraton.Tanpa sadar mereka telah melewatkan salah satu pesona yang tersimpan di kawasan itu,Kampung Kauma.Daerah yang akan dijumpai bila memilih berbelok ke kanan,melewati jalan K.H.Ahmad dahlan,dan masuk ke sebuah gapura yang ada di kiri jalan.
    Dulunya Kampung Kauman pada jaman kerajaan merupakan tempat bagi 9 ketib atau penghulu yang ditugaskan kraton untuk membawahi urusan agama.Sejak ratusan tahun lampau,kampung ini memiliki peran besar dalam gerakan keagamaan Islam.Di masa perjuangan kemerdekaan,kampung ini menjadi tempat berdirinya gerakan Islam Muhammadiyah.Saat itu,seorang muslim bernama K.H Ahmad dahlan yang menjadi pendiri gerakan tersebut merasa prihatin karena banyak warga terjebak dalam hal-hal mistik.Diluar itu,K.H Ahmad dahlan juga menyempurnakan kiblat shalat 24 derajat ke arah barat laut (arah masjid al haram di mekkah) serta menghilangkan kebiasaan selamatan unttuk orang meninggal.
    Sebuah gapura yag\ng bagian atasnya berbentuk lengkung akan menyambut anda sebelum memasuki kauma.Bentuk lengkung itu merupakan salah satu ciri bangunan islam yang banyak mendapat pengaruh dari Timur Tengah.Di bagian atas gapura,akan ditemui gambaran berbentuk lingkaran berwarna hijau denagn matahari bersinar 12 yang berwarna kuning di dalamnya.Gambaran tersebut sampai saat ini masih di pakai Muhammadiyah sebagai lambang organisasi sekaligus institut lain yang bernaung di dalamnya.
    Menyusuri gang-gang kampung Kauman dengan berjalan kaki,.Selain karena adanya tanda dilarang memakai kendaraan yang dipasang di dekat gapura,jalan di akuman senagja dirancang agar menyulitkan kendaraan masuk.Dulunya perancangan itu bermaksud agar kebisingan tidak mengganggu kesibukan para santri belajar dan sebagai wujud filsafat kesetaraan di kauman dimana setiap orang yang masuk diwajibkan menanggalkan status sosialnya dengan berjalan kaki.
    Di kanan kiri gang,Anda dapat melihat ragam bangunan dengan berbagai desain rancang bangunnya.Ada sebuah rumah yang menarik perhatian saya,rumah tersebut memiliki pntu,jendela dan ruangan besar,serta ventilasi yang berhias kac awarna menunjukan pengaruh arsitektur Eropa.Melanjutkan berjalan kembali ke ujung gang,saya menjumpai rumah berwarna putih denagn kusen jendela dan pintu berwarna coklat.Daun jendela yang bagian atasnya berbentuk lengkung menunjukan kuatnya pengaruh Timur Tengah.Tepat di deapn rumah itu,terdapat ruamh berwarna biru denagn desain atap mirip rumah kalang di Kotagede.
    Berjalan kembali menuju ujung gang sebelum berbelok bila cermat anda akan menemukan ebuah monumen yang dikelilingi taman kecil,di monumen itu terdapat tulisdan "Syuhada bin Fisabilillah",tahun 1945-1948,dan daftar nama yang memuat 25 oran.Monumen itu didirikan unutk memperingati jasa warga kauman yang meninggal ketika ikut berperang memperjuangkan kemerdekaan.kata 'Syuhada' menunjukan bahwa warga Kauman yang tinggal kini menganggap para pejuang tersebut mati syahid.
    Sebuah sekolah lanjutan yang telah berdiri seajk 1919 juga dapat dijumpai di kampung ini.Awal berdirinya,sekolah itu bernama Hooge School Muhammadiyah dan kemudian diganti menjadi kweek School pada tahun 1923.sekolah yang juga didirikan oleh K.H Ahmad dahlan itu pada tahun 1930 dipecah menjadi dua,untuk laki-laki dan perempuan.Sekolah untuk laki-laki dinamai Mualimin dan untuk perempuan dinamai Mualimat.Selanjutnya ,istri Ahmad Dahlan juga mendirikan Yayasan Aisyah untuk kaum perempuan.
    Bangunan paling dikenal yang termasuk dalam kompleks Kampung Kauman adalah Masjid Agung Kauman.Masjid yang menjadi masjid pusat diwilayah Kesultanan itu didirikan sejak 16 tahun setelah berdirinya Kraton Yogyakarta.Arsitektur masjid yang sepenuhnya bercorak jawa dirancang oleh Tumenggeng Wiryakusuma.Bangunan masjid terdiri atas inti,serambi dan halaman yang keseluruhannya seluas 13.000 meter2.Bangunan serambi dibedakan dari bangunan inti.Tiang-tiang penyangga masjid misalnya ,pada bangunan inti berbentuk bullat polos sebanyak 36 sedangkan pada bagian serambi tiangnya memiliki umpak batu bermotif awan sebanyak 24 buah.
    Kalau sudah menjelajahi semuanya ,Anda akan mengakui kehebatan warga kampung kecil ini dan mempercayai bahwa islam telah membawa perbaikan.buktinya,sejumalh tokoh islam indonesia seperti Abdurrahman Wahid dan Amien Rais pernah belajar di kampung ini.
(Jalur! | edisiseptember 2009 | )


[ Kembali ke Kategori Wisata ]

0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama
Website
Komentar
 
(Masukkan 6 kode)