Detail Artikel
Selasa, 06 Oktober 2009 - 14:32:30 WIBNASI LIWET WONGSO LEMU
- Dibaca: 236 kali

NASI LIWET WONGSO LEMU
Jika anda berkunjung ke kota Surakarta,atau sering dikenal dengan sebutan Solo,akan terasa kurang langkap sebelum menikmati kelezatan Nasi Liwet,masakan khas dari Solo.Nasi Liwet adlah masakan yang terdiri dari nasi putih yang di masak gurih (dimasak dengan kelapa) mirip nasiuduk dilengkapi dengan berbagai jenis sayur dan lauk,seperti sayur labu siam,dipadu dengan telur pindang rebus,atau tambahan daging ayam yang disuwir-suwir (diiris-iris) mulai dari brutu hingga kepala.dan kuwut (kuah santan yang dikentalkan).Kemudian disajikan dalam pincuk daun pisang.Nasi Liwet juga tambah nikmat jika disantap dengan krupuk ramabk,yaitu sejenis krupuk yang terbuat dari kulit sapi atau juga dengan emping mlinjo.
Keberadaan masakan ini sudah cukup terkenal sampai ke kota-kota sekitarnya,seperi Yogyakarta,klaten dan Boyolali.Nasi Liwet ini juga telah dikenal di kota Jakarta,Bandung,dan Surabaya.Banyak restoran-rstoran di kota itu yang menjadikan Nasi Liwet khas solo ini sebagai salah satu menu utamanya.Penduduk kota solo biasa memakan Nasi Liwet setiap waktu mulai dari untuk sarapan,sampai makan malam.
Keistimewaan dari Nasi Liwet adalah teksturnya yang pulen dan rasanya yang gurih.Rasa gurih ini muncul dari hasil rebusan nasi yang dimasak dengan cara dikaru (dituangi) dahulu dengan air santan kelap.Nikmatnya Nasi Liwet ini juga semakin bertambah lezat bila ditambah dengan sayur
Dan keunikan lain dari masakan ini ialah disajiakan dengan menggunakan daun pisang,baik sebagai pembungkus maupun suru-nya,suru yaitu sendok yang dibuat dari daun pisang.Aroma dari daun pisang tersebut dapat menambah rasa gurih pada masakan ini.Sebabselain bentuknyayang alami,daun pisang juga jauh dari kontaminasi zat-zat kimiawi.
Di samping rasanya yang lezat,masakan ini juga aman dikonsumsi bagi penderita kolesterol.Sebab,masakan ini tidak banyak mengandung minyak dan kandungan-kandungan berbahaya lainnya.Keistimewaan lainnya ialah Nasi Liwet tergolong menu jajanan yang murah,mudah didapatkan,dan sekaligus mengenyangkan.
Lokasi untuk mencari Nasi Liwet dikota solo bukanlah hal yang sulit,karena banyak sekali pedagang yang menjajakan Nasi Liwet disetiap sudut kota solo.Terdapat sejumlah pedagang Nasi Liwet ditimur pasar klewer atau di emperan toko Jl.Yos Sudarso Solo,yang biasa berjualan dipagi hari.Dapat juga dijumpai disepanjang jalan Teuku umar,yang lebih dikenal oleh warga Kota solo sebagai jalan keprabon.Letaknya disebelah timur Pura Mangkunegaran.di sissi kanan kiri jalan itu berderet warung makanan.Diruas jalan searah ini ada empat warung yang menjusl sega Liwet atau Nasi Liwet.Tiga diantaranya memasang spanduk Nasi Liwet Wongso Lemu.Trandmark yang dikenal hingga konsumen elite yang bisa mengecap gurihnya nasi khas solo ini di hotel Dharmawangsa.
Nasi Liwet Wongso Lemu adalah salah satu nasi liwet tertua dikota solo.Warung ini sudah berdiri sejak tahun 1951 dengan pemilik awal yang bernama ibu wongso dan ekarang sudah dipegangoleh generasinya yaitu anaknya.warung ini sekarang sudah mempunyai tiga cabang di kota solo.Dari ketiga warung tersebut,dua diantaranya adalah milik anak kandung dari pemilik awal yaitu Ibu Wongso ,dan yang satunya adalah adik dari Ibu WongsoNasi Liwet Wongso Lemu ini terkenal dengan porsinya yang jumbo,dan masakannya yang lezat serta daging ayam kampungnya yang empuk ditambah jeroan dan uritan (calon telur yang masih didalam perut) untuk harganya tentu saj jangan ditanya,karna jauh berbeda dengan nasi liwet kebanyakan,paling murah harganya Rp.15.000 rupiah.ciri khas lainnya dari nasi liwet wongso lemu ini adalah ada beberapa ibu-ibu yang berpakaian kebaya sambil menyanyikan tembang-tembang jawa.Meskipun warung nasi liwet di keprabon tak menyediakan kursi,sehingga penikmat duduk lesehan dengan kaki selonjor yang membuat suasana menjadi lebih nyaman dan lebih santai,apalagi ditambah dengan alunan musik merdu dari para pengamen - pengamen jalanan di kota yang mempunyai julukan Spirit Of Java ini.(NK)
( Jalur! | edisi Agustus 2009 | )
[ Kembali ke Kategori Kuliner ]
0 Komentar :
Isi Komentar :
