Detail Artikel
Selasa, 06 Oktober 2009 - 10:30:31 WIBMONUMEN YOGYA KEMBALI
- Dibaca: 267 kali

MONUMEN YOGYA KEMBALI
WISATA SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA
Monumen Yogya kembali dibangun pada tanggal 29 juni 1985 dengan upacara Tradisional penanaman kepala kerbau dan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Alam VIII.Gagasan untuk mendirikan Monumen ini dilontarakn oleh Kolonel Sugiarto,selaku Walikotamadya Yogyakarta dalam peringatan Yogya Kenabli yang diselenggarakan oleh pemerintah Daerah Tingkat II Yogyakarta,tanggal 29 juni 1983.
dipilihnya nama Yogya Kembali adalah dengan maksud sebagai "tetenger peristiwa" sejarah ditariknya tentara Belanda dari ibukota Yogyakarta pada tanggal 29 juni 1949.Hal ini adalah awal bebasnya bangsa Indonesia secara nyaat dari kekuasaan pemarintah Belanda.
Pembangunan Monumen dengan bentuk Kerucut atau Gunungan dan terdiri dari 3 lantai ini selesai dibangun dalam waktu 4 tahun.Bangunan dengan tinggi 31,80 meter ini dimaksudkan sebagai sebuah gambaran "Gunung Kecil"yang ditempatkan di lereng Gunung Merapi.Bentuknya pun sedikit banyak terinspirasi dari gunung Merapi sendiri.Hal ini di karenakan gunung Merapi memiliki makna yang sangat dalam bagi masayarakat Yogyakarta baik secara nyata maupun simbolik.Selain itu,masyarakat sekitar juga menyebut kalau Monumen Yogya kembali sebagai tumpeng raksasa bertutup warna putih mengkilat.Dalam tradisi jawa,tumpeng adalah bentuk perwujudan yang dapat dimaknai sebagai kekayon atau gunungan dalam wayang kulit,yang melambangkan kebahagiaan atau kekayaan,kesucian dan sebagai penutup setiap episode perjuangan Bangsa.Monumen Yogya Kembali diresmikan pembukaannya oleh Presiden pada tanggal 6 Juli 1989.
Ruang dan koleksi
Dilantai I terdapat empat ruang Museum yang menyajikan benda - koleksi berupa : Realia,Replika,Foto,Dokumen,Heraldika,berbagai jenis senjata,bentuk Evokatif Dapur Umum,yang kesemuanya menggambarkan suasana perang kemerdekaan 1945-1949.
Rapik luar dinding kantai II yang melindungi tubuh Monumen disajikan 40 buah Relief perjuangan Fisik dan Diplomasi perjuangan Bangsa Indonesia sejak 17 Agustus 1945 hingga 28 Desember 1949.Diruang dalam lantai II disajikan10 eposode Diorama perjuangan Fisik dan Diplomasi Bangsa Indonesia sejak 19 Desember 1948 hingga 17 Agustus 1949 dengan ukuran life size.
Lantai III disebut juga ruang Garbha Graha atau Ruang Hening,diharapkan pengunjung dapat mensyukuri karunia Tuhan dan mohon agar para syuhada yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan dapat diterima disisi Tuhan sesuai dengan amal bhaktinya.
Monumen Yogya Kembali dibuka setiap hari selasa sampai dengan hari minggu jam 08.00-16.00 WIB.
Pada masa liburan sekolah sekolah,Monumen Yogya Kemabali hari senin dibuka jam 08.00-14.00 WIB.
(Jalur! | edisi Oktober 2009 | )
[ Kembali ke Kategori Wisata ]
0 Komentar :
Isi Komentar :


