Detail Artikel
Selasa, 06 Oktober 2009 - 10:28:02 WIBBarbecue
- Dibaca: 202 kali

Barbecue
Kerabat,teman tetangga berkumpul disekitar pembakaran. Ada yang membakar,membolak-mbalik daging atau apapun yang sedang dibakar,mengipas arang disertai tawa dan canda. Harumnya merebak ke mana-mana.Suasananya hangat dan menyenangkan. Suasana keakraban semacam itu memang khas acara barbecue.
Mulainya yang disebut barbecue ya hidangan berupa daging yang dimasak perlahan-lahan diatas api yang kecil.Di AS,barbecue berawal dari makanan para koboi yang terus terang saja, jauh dari nikmat. Soalnya, daging yang diberikan kepada mereka itu biasanya dari daging dada, yang saking alotnya, butuh 5-7 jam memanggang di atas api baru empuk. Tapi tak berarti barbecue berawal dari negri koboi. Herannya,tak ada yang tahu dari mana asal mulainya tradisi membakar daging ini.
Ada yang mengatakan istilah itu berasal dari sebuah bahasa suku Indian Taino (Barbecue atinya alat untuk menasapi daging, tapi ada juga yang mengatakan itu berasal dari "Berbea queue", istilah perancis untuk "dari cambang sampai ekor ". Bahkan bisa saja membakar daging untuk dimakan itu bermula dari coba-coba nenek moyang kita di masa prasejarah.
Dengan perjalannya waktu, terjadi pergeseran arti barbecue.Ada yang lebih mengartikanya sebagai acara kumpul-kumpul untuk makan hidangan bakar-bakaran.Kebersamaan dan kegembiraan dalam suatu pesta barbecue layak digalakkan sebagai terapi yang menyehatkan jiwa.
Cara memasak dengan memanggang/membakar juga salah satu cara memasak sehat karena makanan menjadi rendah lemak. Kalau hidangan digoreng akan"diperkaya" oleh lemak dari minyak,dengan barbecue, kandugan lemak dalam daging malah dikeluarkan.Walaupun demikian, cara memasak yang satu ini mesti ada rambu-rambunya juga. Jagalah jangan sampai api menyala terlalu besar karena karena kalau sampai suhu memasak menjadi sangat tinggi bisa memyebabkan terbentuknya korsinogen ,zat penyebab kanker. Selain itu, olesi ikan dan sea food dengan saus sebelum dan selama pembakaran.
Saat makan, cocol ikan dan sea food bakar dengan sambal dabu-dabu atau sambal mangga. Temani iga panggang, steik,dan sate ayam, dengan acara cantik,cole slaw, dan salad sehat. Bukan sekadar "pemanis", sambal, acar,salad bersama buah-buahan pencuci mulut mengandung zat antioksidan yang sakti melawan senyawa kanker.
Yang tak boleh dilupakan, makanlah dengan porsi pas.Setelah pesta usai, mari kembali ke pola makan yang lebih irit pasokan kalorinya untuk mengompensasi kelebihan asupan yang diganyang saat pesta.
"sumber:Menu Sehat januari 2005"
[ Kembali ke Kategori Kuliner ]
0 Komentar :
Isi Komentar :
