Detail Artikel

Sabtu, 03 Oktober 2009 - 14:08:39 WIB
Kota Gede, Kota Tua Nan Indah
- Dibaca: 289 kali

Kota Gede, Kota Tua Nan Indah

Kota Gede, Kota Tua Nan Indah

Kota Gede menyimpan banyak pesona wisata nan eksostis.Dibalik nama aslinya kuthogede,tersimpan banyak situs peninggalan kerajaan tua Mataram. Oleh karena situ, kota yang terletak sekitar 10 kilometer dari Yogyakarta ini, disebut juga ibukota lama kerajaan Islam,Mataram hingga tahun 1640.

Mengenal kota Gede, bisa dimulai dari pasar kota Gede. Pasar ini selalu ramai sejak dulu. Tidak heran orang menyebutnya sargede(pasar gede). Inilah pasar tertua di Yogyakarta, jauh sebelum pasar Brigharjo. Di pasar inilah warga Mataram yang bermata pencaharian sebagai pengrajin, tukang,pedagang dan petani melakukan transaksi. Sayangnya, keunikan pasar ini mengalami banyak perubahan. Lantainya diganti ubin, bangunan pasarnya beratapkan genteng, dindingnya tembok dan aneka jajanan,makanan dan jualan masa kini lainnya berjejer. Hanya pada pojok-pojok pasar terdapat kerajinan dari anyaman bambu. Ada pula makanan tradisional seperti tempe bacem, tahu,jadah,geplak dan gethuk.makanan tadisional ini kebanyakan di jual oleh embok-embok yang merasa sayang meninggalkan dagangan khasnya. Mereka bahkan menjual makanan tersebut selama 20 sampai 30-an tahun.

Dari pasar, dibuuhkan waktu 3 sampai 5 menit untuk ke kompleks Masjid Mataram. Di sinilah tempat sembahyang para pendiri Mataram dan warganya, Masjid ini menggabung arsitektur bergaya Hindu Dan Islam. Hal itu nampak dalam candi-cndi dan arsitektur pintu gerbangnya. Pitu gerbangnya besar dan tinggi. Dari depan kita akan melihatnya seperti gerbang candi Bentar,Bali.

Di selata Masjid terdapat kompleks makam petinggi Mataram. Raja pertama Mataram,Panembahan Senopati dan pepundhen lainnya disemayamkan. Misalnya, ki Ageng Pemanahan, Panembahan Sedo Krapayak, Kanjeng kalinyamat, Kanjeng Ratu Retno Dhumilah, Panembahan Joyoprono, Nyai Ageng Mataram an keluarga kraton lainnya.Pengunjung makam harus menggunakan batik,pakean tradisional Jawa yang disewakan penjaga. Di sini tidak diperkenakan mengambil mengambil gambar di dalam makam. Di sebelah selatasn makam ada tempat pemandian yang di kenal dengan sendang putera dan putre. Airnya sanat sejuk meski pada siang hari. Masyarakat setempat meyakini ada kekuatan magis yang di bawa oleh air sendang. konon, sendang ini adalah pemandian Raja dan Ratunya.

Keindahan kotagede tidak berhenti di seni. Masih ada 100 rumah tradisional Jawa yang berdiri di antara lorong-lorong sempit. Menjadikan kota Gede sebagai tujuan wisata seolah membawa pengunjung pada kenangan akan kejayaan kerajaan Mataram Islam dulu. Kota Gede seolah berpesan, yang tua dan klasik selalu indah dinikmati.

* Sumber : MJ MAGZ edisi XI tahun VI November 2008*


[ Kembali ke Kategori Wisata ]

0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama
Website
Komentar
 
(Masukkan 6 kode)