Detail Artikel
Sabtu, 03 Oktober 2009 - 10:07:27 WIBMuseum Sonobudoyo
- Dibaca: 411 kali

Museum Sonobudoyo
Mengenang Kehidupan Masa Lalu
Melalui Benda - Benda Peninggalan
Mengunjugi Museum Sonobudoyo, ingatan akan tergiring kembali kemasa lalu yang kaya dengan tradis kehidupan. Tradisi hubungan antara masyarakat,mayarakat dengan kerajaan sebagai penguasa dan hubungan masyarakat dengan para dewa-dewi yang diyakani telah memberikan kehidupan. Museum juga merupakan sarana pendidikan, khususnya dalam bidang seni budaya an kepurbakalaan. Koleksi benda - benda bersejarah Museum Sonobudoyo adalah yang terbesar dan terlengkap di indonesia setelah musium pusat di jakarta.
Java Institut, sebuah organisasi yang mendalami tentang kebudayaan Jawa adalah embiro dari keberadaan Museum Sonobudoya. Java Insitut beranggotakan orang - orang indonesia dan orang - orang luar negri yang kagum terhadap tradisi dan budaya Indonesia. Awalnya, mereka mengumpulkan beberapa koleksi benda-benda budaya dari wilayah jawa, Madura, Bali dan Lombok.Kemudian ditempakan di Museum Sonobudoyo ini setelah resmi dibuka pada tanggal 6 November 1935. Museum Sonobudoyo diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dan menempati bekas kantor Schauten di sisi utara Alun - alun Utara Kraton Ngayogyakarta.
Museum yang diarsiteki oleh Ir.Th karsten ini memilki 42.698 koleksi yang terdiri dari 10 kategori, yakni koleksi geologika, biologi, etnografi,arkeologika, historika, numismatika, filologika,keramologi, seni rupa dan teknologika. Selain ruang pamer sebagai tempat memajang benda-benda koleksi, Museum Sonobudoyo juga dilengkapi dengan auditorium, storage koleksi, perpustakaan, laboraturium, dan fasilitas umum lainya.
Menapakkan kaki memasuki Pendapa Museum, yang merupakan bangunan tertua di kompleks museum, akan dijumpai 3 perangkat gamelan. Seperangkat gamelan kuno Kyai Mega Mendhung dari kraton kasepuhan Cirebon menempati sisi barat, sedang 2 perangkat gamelan slendro pelog Kyai dan Nyai Riris Manis (dibuat paa masa Sri Sultan HB VI) yang bergaya mataram berada di sisi timur.
Ruang beriktnya adalah Ruang Pengenalan yang berfungsi untuk memperkenalkan berbagai jenis koleksi, sebelum mencermati koleksi-koleksi di ruang pamer berikutnya. Benda-benda yang terdapat dalam ruang pengenalan antara lain Wayang Kulit Purwa, Ukir kayu motif cirebon, Genta besar dar Candi kalasan, miniatur kereta kuda, topeng kayu gaya Jogja, Kain batik gaya Jogja dan kain kampuh. selain itu juga terdapat sebuah pasren atau krobongan berikut kelengkapanya, sebagai perangkat untuk upacara pemujaan Dewi Sri atau Dewi Padi yang telah memberkan kemakmuran.
Selanjutnya menuju ruang Pra Sejarah yang menyajkan benda-benda peninggalan aman pra Sejarah.Kemudian Ruang klasik dan peninggalan dimana terdapat koleksi bersejarah peninggalan jaman Hindu-Budha hingga masa kerajaan Islam. Ruang lainnya adalah Ruang batik, Ruang Topeng, Rang Jawa Tenggah, Ruang Bali (terdiri dari 3 bagian)dan Ruang Wayang. Di Ruang wayang.Di Ruang wayang ini dapat diketahui beragam misi pertunjukan wayang yang tidak melulu memainkan lakon Mahabarata dan Ramayana. Wayang dapat menyesuaikan situasi dan kondisi dengan mengangkat lakon-lakon yang lebih akrab dengan lingkungan dan kehidpan masyarakat.
Yang tak kalah menarik dari koleksi peninggalan sejarah yang dimiliki Museum Sonobudoyo adalah koleksi emas yang terpampang dengan megahnya di Ruang emas keaneka ragaman bentuk dan jumlah koleksinya menjadi daya tarik tersendir.Koleksi yang di pajang tak hanya emas sebagai perhiasan,seperti gelang, cincin, kalung dan sebagainya, tetapi juga terdapat beberapa patung dewa-dewi,topeng, senjata, mata uang sampai yang masih berupa lempengan. Selain itu bagi pencinta keris, koleksi keris dari seuruh penjuru nusantara yang jumlahnya mencapai sekitar 1200 buah dapat pula disaksikan di Museum ini.
* Sumber :MJ Magz edisi XI tahun V November 2007*
[ Kembali ke Kategori Wisata ]
0 Komentar :
Isi Komentar :


