Detail Artikel

Kamis, 01 Oktober 2009 - 16:51:22 WIB
MENILIK SEJARAH PENAMAAN JALAN DI JOGJA
- Dibaca: 396 kali

MENILIK SEJARAH PENAMAAN JALAN DI JOGJA

MENILIK SEJARAH

Penamaan Jalan Di Jogja

Disetiap daerah mempunyai cara tersendiri untuk memberi penamaan wilayah, kampung atau jalan.

kebanyakan penamaan wilayah,kampung atau jalan tersebut berdasarkan sejarah di masa lalu. yang

apabila dibandingkan dengan kondisi sekarang tentu tidak menunjukkan kesesuaian.

 

     Penamaan sebagian jalan di jogja ternyata memiliki keunikan karena berhubungan erat dengan keberadaan kraton Ngayogyakarta. Jalan-jalan tersebut ternyata dinamai berdasarkan profesi yang banyak ditekuni warganya, golongan krabat dan pejabat, keahlian abdi dalem hingga nama pasukan prajurit. Jalan-jalan itu berdasarkan letaknya bisa dibagi menjadi 2 wilayah yaitu Jeran Beteng (kawasan dalam kompleks kraton Ngayokyakarta) dan jaba Beteng (kawasan di luar kompelks Kraton Ngayogyakarta)

    Nama jalan di wilayah jeron Beteng umumnya berdasarkan keahlian abdi dalemnya,sebab diwilayah itu, dulu merupakan tempat tinggal abdi dalem yang sehari-hari menangani urusan rumah tangga kraton. Berjalan ketimur dari alun-alun Utara dan berbelok kekanan memasuki plengkung Wijilan, terdapat jalan Mantrigawen, Gamelan, Namburan dan Siliran Bila berjalan sampai ke Alun-Alun Kidul, maka akanditemukan jalan Nagan dan Patehan.

   Jalan mantrigawen berarti warganya merupakan abdi dalem kepala pegawai,sementara nama gamelan di ambil karena warganya bermata pencaharian sebagai pembuat tapalkuda.Siliran merupakan tempat tinggal abdi dalem silir yang bertugas menyalakan lampu penerangan dan Namburan ditinggali abdi dalem yang bertugas membunyikan gamelan. Patehan adalah rumah abdi dalem pembuat teh sedangkan Nagan adalah kediaman penabuh gamelan jawa.

    Menuju kawasan Jaa Beteng, bisa dijumpai beberapa jalan antara lain adalah pajeksan,Jlagran,Dagen,Gandekan Gowagan,Wirobrajan, Patangpuluhan,Prawiratama,Mantrijeran dan bugisan. Mengelilinginya dari utama ke selatan lebih muda sebab ersebaan jalan itu mulai dari Tugu higga Panggung Krapyak

   Nama Pajeksan diambil karena kawasan itu didiami jaksa, Sementara Dagen merupakan tempat tinggal tukang kayu Gowongan merupakan tempat tinggal tukang bangunan sedangkan Jlagran didiami tukang batu. kampung lain seperti Pawirotaman, Mantrijeron, Bugisan,Wirobrajan,Pantangpuluhan serta Jogokrayan adalah kediaman prajurit pasukan Prawirotomo, Mantriero, Wirobrojo,Bugis, Patangpuluhan, dan Jogokarya.

  * Sumber : MJ Magz edisi XI Tahun V November 2007 *


[ Kembali ke Kategori Wisata ]

0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama
Website
Komentar
 
(Masukkan 6 kode)